Ragam Strategi Bertahan Dalam Sepakbola

Ragam Strategi Bertahan Dalam Sepakbola

Ragam Strategi Bertahan Dalam Sepakbola
Ragam Strategi Bertahan Dalam Sepakbola

Hallo warganet kharismanews ketemu lagi dengan admin, kali ini admin akan membahas tentang ” Ragam Strategi Bertahan Dalam Sepakbola “. Dalam strategi sepakbola, strategi bertahan tidak melulu soal menumpuk pemain di area pertahanan permainan saja, namundi era sepakbola modern ini terdapat banyak ragam strategi bertahan yang telah mengalami perkembangan sehingga lebih efektif dan tidak terlalu banyak menumpuk pemain di area pertahanan. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan simak penjelasan dibawah ini.

Berikut Adalah “Ragam Strategi Bertahan Dalam Sepakbola” :

1. Defending As a Unit

Strategi ini pola dasar yang pasti diterapkan dan wajib untuk dipahami di era sepakbola modern seperti sekarang. Tanggung jawab dalam bertahan tidak hanya diberikan pada 1-2 orang saja. Setiap pemain dengan porsi tertentu, juga diberikan tugas dalam bertahan. Pelatih memberikan instruksi secara lebih spesifik tergantung dari posisi bermain dari pemain tersebut.

2. Holding The Lines

Strategi ini dilakukan untuk mempersempit ruang pemain lawan dalam mengalirkan bola ke area pertahanan. Dibagi menjadi dua macam, yaitu high defense & low defense. High defense dilakukan dengan membentuk garis pertahanan yang tinggi (posisi bek mendekati area tengah lapangan), sedangkan low defense dilakukan dengan membentuk garis pertahanan yang rendah (bertahan lebih dalam).

3. Man-To-Man Marking

Man-to-man marking dilakukan dengan menempel ketat pemain lawan. Pemain bertahan akan mengikuti setiap pergerakan lawan, sehingga pemain tersebut tidak leluasa memasuki area pertahanan. Umumnya diterapkan saat menghadapi lawan yang memiliki skill & teknik yang lebih baik. Stratregi ini tidak terlalu efektif jika melawan tim yang mengandalkan kerjasama tim ketimbang aksi-aksi individu.

4. Zonal Marking

Berbeda dengan man-to-man marking, zonal marking lebih fokus menjaga area pertahanan ketimbang berkonsentrasi  pada pergerakan pemain-pemain tertentu. Dengan strategi ini, pemain bertahan hanya akan melakukan marking atau penjagaan  saat pemain lawan tersebut memasuki zona yang dijaganya. Saat ini strategi zonal marking cukup banyak digunakan oleh banyak tim karena dianggap lebih efektif untuk bertahan.

5. Condensing Play & Doubling Up

Strategi ini biasanya dilakukan bersamaan dengan penerapan zonal marking. Ketika lawan membawa bola, tim melakukan strategi bertahan dengan cara memadatkan ruang (condensing play) di sekitar pemain tersebut, sehingga ia tidak punya banyak opsi untuk melepas bola. Selain itu, pergerakan individu lawan juga dibatasi dengan penjagaan lebih dari satu pemain (doubling up).

6. Defensive Partnership

Pola ini dibentuk dengan dua atau lebih pemain yang bermain dengan bekerjasama menjaga pertahan sebagai unit. Komunikasi dan pemahaman yang abik antar pemain akan sangat menentukan keberhasilan strategi ini. Umumnya para pemain memiliki karakter bermain yang bisa melengkapi satu sama lain. Defensive partnership ini misalnya antara dua bek tengah, bek tengah dengan gelandang bertahan, full back dengan winger, dan sebagainya.

7. Individual Defensive Tactic

Selain bertahan secara tim, masing-masing pemain juga perlu mempersiapkan diri dengann mempelajari kelebihan dan kelemahan penyerang lawan. Strategi ini tergantung pada kemampuan pemain bertahan dalam membaca serangan & memahami pergerakan pemain lawan. Semakin detail hal tersebut dipelajari, maka pertahanan akan lebih solid dan siap untuk menghadapi serangan lawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *